Kamis, 17 Juli 2014

BE THE BEST WITH AL-QUR'AN




Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar, layaknya mukjizat, anda akan baru merasakannya setelah anda menyaksikannya. Tapi anda tidak akan merasakannya, jika anda melalaikannya, mencampakkannya, dan mengingkarnya, serta tida mau mengambil pelajaran darinya.
Dan mukjizat, suatu yang luar biasa, sesuatu yang fantastis baru akan terasa jika anda menyaksikannya dengan seksama dengan artian Al-Qur’an akan baru terasa kemukjizatannya setelah anda mentadabburinya bukan hanya membaca dan bukan hanya mendengar, akan tetapi memahami dan mengaitkan dengan pengetahuan yang telah anda miliki serta pengalaman yang telah anda rasakan.
Tidak semua bahasa yang ada dalam Al-Qur’an itu sulit, ada banyak ayat yang menjelaskan secara gamblang dan begitu jelas tentang sesuatu yang haq. Tentang penciptaan manusia, tentang penciptaan alam semesta, tentang sejarah, yang kesemua ini dijelaskan secara jelas dan benar adanya. Mengapa Al-Qur’an sudah mampu berbicara tentang itu semua, lengkap, benar, dan sesuai dengan fakta, padahal Al-Qur’an hanya diturunkan kepada seorang yang tidak bisa membaca dan menulis, dan jikapun dia mengutip dari kitab-kitab perjanjian lama, maka kita dapat menyaksikan banyaknya kesalahan dalam perjanjian lama yang tidak sesuai dengan fakta dan ilmu sains modern, tapi Al-Qur’an yang datang setelah itu bisa benar dan sesuai dengan penemuan-penemuan ilmiah di zaman modern. Bukankah ini suatu mukjizat?
Allah swt turunkan Al-Qur’an kepada manusia, manusia yang memiliki akal yang sempurna untuk megartikan suatu kitab, manusia mampu berfikir, manusia mampu menalar, manusia mampu membayangkan meski pada sesuatu yang belum pernah ia lihat dan ia dengar. Dan Al-Qur’an merupakan kitab yang sempurna, penyempurna dari kitab sebelumnya, Al-Qur’an banyak memberikan perumpamaan, gambaran, keterangan, pelajaran, fakta, bukti kebenaran, tanda-tanda kebenaran, yang kesemua ini bisa dengan mudah diproses dalam otak manusia yang memiliki akal yang sempurna.
Ketika mereka tahu, oooooo Al-Qur’an mampu menjelaskan teori eknomi yang bersih tanpa merugikan pihak bank dan nasabah, oooo Al-Qur’an mampu menjelaskan proses penciptaan manusia denga detail, rinci dan benar. Oooo Al-Qur’an mampu menjelaskan fakta sejarah secara tepat sesuai dengan bukti ilmiah padahal Al-Qur’an diturunkan kepada rasul Muhammad saw yang bukan pakar sejarah. Oooo Al-Qur’an mampu menampilkan teori bermasyarakat yang luar biasa indah, dia menghormati seluruh manusia meskipun yang bukan muslim. Ooooo Al-Qur’an sudah lebih dulu mengungkapkan penciptaan alam dan kejadian alam lebih sempurna dibanding penelitian yang ada setelah turunnya Al-Qur’an. Tapi pernahkah kita mau berfikir bahwa tujuan Al-Qur’an tidak hanya itu, dia ingin memberitahumu, bahwa ketika kau mampu mebuktikan kebenaran Al-Qur’an lewat apa yang mampu kau indera, maka ada sesuatu yang tak mampu kau indera yang diceritakan dalam Al-Qur’an itu benar adanya. Hari pembalasan benar adanya, hari manusia dibangkitkan setelah kematian benar adanya, surga dan neraka benar adanya, malaikat benar adanya. Mengapa anda harus menyimpulkan seperti itu?, karena sebelumnya kita sepakat bahwa Al-Qur’an sempurna dalam menjelaskan apa yang mampu kita indera seperti alam semesta ini.
Ketika kita meyakini semua itu, maka ada sesuatu yang berubah dalam hidup ini. sebelumnya kita mungkin mengejar dunia, sebelumnya mungkin tujuan kita ingin dapat pekerjaan yang layak, ingin berkeluarga dan membina rumah tangga dengan istri atau suami yang telah kita idamkan. Mungkin sebelumnya kita bercita-cita ingin jadi pengusaha sukses dengan dunia dalam genggaman, mungkin kita memiliki tujuan hidup yang kesemuanya hanya sekedar kebahagiaan dunia. Sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan itu semua, kita rela tinggalkan agama, kita rela tinggalkan sholat, kita rela melupakan Allah swt demi dunia yang kita kejar.
Tapi setelah kita yakin bahwa suatu saat dunia ini akan hancur, suatu saat kita akan musnah, suatu saat kita akan dibangkitkan kembali, suatu saat kita dibalas atas perbuatan kita selama di dunia. Di saat itulah kita akan mengubah tujuan hidup ini untuk mengabdi kepada Allah swt, untuk mencari ridho Allah swt, untuk mencari bekal di akhirat, untuk menuju surga Allah swt, maka kita berusaha untuk baik, kita berusaha untuk mengikuti syari’at, berusaha untuk memperbaiki diri, berusaha untuk menahan nafsu dunia, berusaha untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, tidak menyikut sesama manusia, tidak menipu manusia lainnya, tidak menzalimi manusia lainnya karena tujuan kita Allah swt bukan materi dunia. Dan di saat itulah anda akan terlihat lebih baik dari sebelumnya karena anda belajar dari Al-Qur’an untuk percaya kepada sesuatu yang tak pernah anda lihat, kemudian anda percaya dan ikuti aturan mainnya, dan di saat itulah Allah swt memberikan kemuliaan kepada diri anda, sehingga manusia pun melihat kebaikan pada diri anda, dan anda turut merasakan perubahan itu.
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. (41). yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (42). (QS. Fushshilat:41: 41-42)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At-Tiin :95: 4)
dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan". dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir:35:37) 
Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (QS. As-Sajdah:32:15)


Share:

HARI BERBANGKIT , PERCAYAKAH ANDA?



Assalamua’alaikum....
Baru-baru ini saya sangat kagum dengan Al-Qur’an, dan dengan mencoba sedikit mempelajarinya saya merasa ada beberapa perubahan dalam hidup ini. awalnya bisa dikatakan saya adalah orang yang masih belum begitu yakin dengan islam, dengan Allah swt, dengan hari kiamat dan sebagainya. Karena semua ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya lihat dan saya rasakan.
Namun dengan Al-Qur’an, sebaik-baik petunjuk, sebaik-baik mukjizat, sebaik-baik kitab, saya dan mungkin anda para pembaca blog ini bisa merenungi dengan akal sehat kita semua bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Melalui surah Al-Hajj surah ke 22 ayat 5, Al-Qur’an mengajak manusia yang memiliki akal yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya, yang mereka bisa berfikir dengan sejernih-jernihnya, setajam-tajamnya, sebaik-baiknya, mereka bisa menalar, mengartikan, membayangkan setiap bacaan, untuk mencoba sejenak berfikir dan mentadabburi ayat Al-Qur’an yang satu ini.
Artinya : Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (QS. Al-Hajj:22: 5)
Ayat ini begitu luar biasa dan mengajak manusia berfikir tentang kepastian akan hari kiamat dan hari kebangkitan manusia. Kita akan coba uraikan satu persatu hal-hal apa saja yang Allah swt jadikan bahan untuk kita merenungi bahwa hari berbangkit itu akan terjadi.
# 1 Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya.
Ayat ini bercerita tentang proses manusia dari awalnya hingga akhirnya. Hal yang paling awal adalah manusia berasal dari tanah, dimana Adam AS manusia pertama diciptakan dari tanah, diciptakan dari sesuatu yang bukan makhluk hidup, karena kita semua setuju bahwa tanah tidak hidup tapi benda mati, tapi Allah swt ciptakan dari tanah bukan dari sesuatu yang hidup.
Untuk proses selanjutnya anak keturunan Adam AS diciptakan dari setetes air yang hina. Ingat sekali lagi, bahwa manusia berasal dari setetes air yang hina, bukan seuatu yang sudah sempurna kejadiaanya, akan tetapi hanya setetes air. Dari setetes air mani yang hina kemudian menjadi segumpal darah, daging, dan berada dalam rahim hingga sampai waktu yang ditetapkan, dan menjadi bayi. Pernah tidak ibu anda ketika mengandung, dia mengorek-ngorek janinnya, mengatur posisi janinnya, memasangkan ari-arinya agar bisa menyerap makanan, merakit mata, telinga, hidung, kaki dan tangan? Tentu tidak pernah, ibu kita hanya tau makan dengan gizi dan vitamin yang dibutuhkan, namun dia tidak pernah melakukan hal-hal yang saya tanyakan diatas, bahkan membuat satu cm kulit pada bayi yang ibu anda lahirkan saja, ibu anda tidak akan mampu. Pertanyaannya, siapa yang melakukan hal tersebut?
Artinya : Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (20) kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),(21). sampai waktu yang ditentukan (22) lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan (23) kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (24) (QS. Al-Mursalat: 77: 20-24)
Setelah itu ayat pada surah Al-Hajj menyambung pada proses kedewasaan manusia yang awalnya hanya setetes air, sekarang menjadi tangan, kaki, kepala, perut, dan semuanya tersusun secara sempurna dan hingga akhirnya mati. Kesimpulannya dari perenungan pertama ini adalah bahwa Allah swt beri gambaran bahwa manusia berasal dari sesuatu yang kecil, remeh, hina bahkan Adam AS berasal dari tanah, bukan sesuatu yang hidup. Karena kekuasaan Allah swt, setelah itu mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi besar dan sempurna. Jika itu terjadi, maka membangkitkan manusia yang telah tercipta sebelumnya lebih mudah lagi bagi Allah swt.
#2 dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Jika kita masih belum terlalu mengerti dan proses terjadinya manusia, Allah swt berikan gambaran yang lebih sederhana yaitu melalui tumbuhan. Pada ayat tersebut, Allah swt memerintahkan kita untuk melihat bumi yang kering, tandus, tidak ada apapun di sekitarnya karena saking keringnya bumi tersebut. kemudian Allah swt turunkan rahmat dan kuasanya lewat air hujan, sehingga kita bisa melihat ada tumbuhan yang hidup setelahnya. Dan kejadian seperti ini sering kita lihat dalam kehidupan kita, sering terjadi pada suatu masa dimana tanah begitu kering hingga retak, tak ada satupun tanaman yang bisa tumbuh. Namun setelah hujan turun dan air mengalir di tanah tersebut serta membasahinya, tanpa anda tanam, tanpa anda semai biji-bijian, ada saja tumbuhan yang tumbuh di tanah tersebut.
Inilah perumpamaan kedua, dimana sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada, tapi kemudian ada dengan kekuasaannya Allah swt.
Bisa dibilang ayat ini menyimpulkan ketika tubuh anda musnah, hilang, yang awalnya kuat, tapi kemudian mati, setelah mati itu kamu akan dibangkitkan layaknya tanah yang awalnya tidak ada tumbuhan, kering, tapi karena kekuasaan Allah swt ada tumbuhan yang tumbuh bangkit dari dalam tanah yang awalnya kering.
Lihatlah bagaimana bagusnya Allah swt memberikan perumpamaan. Ada satu hal yang pasti dalam hidup kita yaitu mati, dan semua orang tau itu pasti dan pasti akan terjadi dalam hidup mereka. Tapi ada satu hal pula yang orang sulit percaya yaitu “Akankah manusia dibangkitkan setelah mati?”. Allah swt memperumakan dengan tumbuhan yang awalnya tidak tumbuh karena keringnya tanah, tapi karena kekuasaan Allah swt pulalah dengan cara menurunkan hujanNya tumbuhan yang mati itu hidup kembali. Sungguh perumpamaan yang bagus, jika anda mau benar-benar memikirkan hal itu.
Anda layaknya tumbuhan, anda hidup dari sesuatu yang kecil yaitu setetes air mani, begitu pula tumbuhan yang hidup dari sebuah biji yang kecil. Tapi kemudian anda tumbuh menjadi besar dengan tangan, kaki, kepala yang menopang anda, begitu pula tumbuhan, dia tumbuh berakar, tumbuh dahan, ranting, daun dan buah yang menopang kehidupannya. Tapi setelah itu anda mati karena beberapa hal, karena sakit, tertimpa longsor, tenggelam, tabrakan, dan begitu pula tumbuhan, dia mati karena beberapa hal, entah terkena hama, terkena banjir, ditebang dsb. Satu hal yang anda perlu ketahui bahwasannya tumbuhan yang mati itu bangkit lagi, tumbuh lagi, bertunas lagi, karena kekuasaan Allah swt, tanpa anda harus menanam, menyemai benih di sekitarnya, dan seperti itulah yang Allah swt janjikan kepada manusia akan dibangkitkan kembali, seperti tumbuhan tersebut.
Perumpamaan yang sangat indah dan sangat menggungah diri kita untuk yakin seyakin-yakinnya bahwa kebangkitan manusia di hari yang telah ditentukan nanti bukanlah suatu yang mustahil. Layaknya tanah yang mati, gersang, tidak ada tumbuhan tapi setelah turun hujan ada tanaman yang tumbuh dan bangkit setelah matinya. Manusia yang awalnya berasal dari sesuatu yang sangat-sangat kecil tapi bisa bangkit dan tumbuh menjadi besar. Maka untuk membangkitkan manusia kembali setelah kematiannya adalah lebih mudah bagi Allah swt, karena Allah swt mampu menciptakan kamu dari sesuatu yang kecil dan remeh menjadi sesuatu yang sempurna, tentunya menghidupkan manusia setelah adanya manusia lebih mudah. Kita bisa ibaratkan membangun rumah tentu lebih mudah setelah adanya kerangka dari rumah tersebut, dibanding membuat rumah dari yang belum memiliki kerangka.
Setelah Allah swt memberikan gambaran yang begitu indah tersebut, Allah swt menutupnya dengan menyimpulkan bahwasannya:
yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (6). dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.(7). (QS. Al-Hajj: 22: 6-7).
Semoga share kali ini bisa diambil hikmahnya dan pelajaran agar kita sama-sama meyakini bahwasannya hari berbangkit itu benar-benar akan terjadi. Walaupun semua itu adalah sesuatu yang tak pernah kita rasa, raba, lihat, namun dengan perumpamaan yang Allah swt tunjukkan lewat Al-Qur’an ini serta dengan akal dan fikiran yang telah Allah swt berikan, kita bisa tahu tanpa harus melihat dan kita bisa yakin tanpa harus merasa.
Saya akan tutup dengan sebuah nasehat yang bagus sekali dari Ibnu Qayyim, beliau mengatakan:
“Hawa nafsu dunia bagaikan fatamorgana. Orang bodoh akan melihat apa yang tampak, sedangkan orang yang pandai akan melihat apa yang ada dibalik kenyataan”
Wassalam.......






Share:

TAUBAT DAN SABAR ADALAH KUNCINYA



Sebagai manusia yang lemah, kita sering jatuh ke dalam dosa, kemaksiatan, kesalahan yang terus dan terus ada dalam hari kita. mungkin hari ini orang melihat kita sebagai orang yang baik, sebagai orang yang alim, sebagai orang shaleh, tapi akan ada suatu hari nanti kita jatuh hina karena kesalahan yang kita lakukan, baik itu kepada Allah swt maupun kepada sesama manusia. Manusia bukanlah makhluk sempurna, dan satu-satunya yang sempurna adalah Allah swt.
Tapi satu kesalahan fatal dari mereka yang salah adalah tidak mau lagi kembali kepada Allah swt. Banyak pula orang yang merasa bosan karena baru mengecap rasa beratnya berada di jalan Allah swt. Ada pula orang yang lari dari jalan Allah swt dan kembali kepada jalan lama mereka karena kesalahan yang terus dan terus menerpa kehidupan mereka, sehingga mereka merasa belum saatnya untuk berada di jalan Allah swt. dan kadang berkata “untuk saat ini aku ingin menikmati masa mudaku dulu”.
Maka taubat dan sabar adalah kunci agar kita bisa istiqamah di jalan Allah swt. di saat kita lari dari jalur yang ditetapkan Allah swt, jauh dan jauh cobalah untuk kembali ke jalurnya dengan taubat. Dan ketika kita berada di jalan Allah swt, menemukan banyak ujian, berat dan sangat berat menjalaninya dan sebagainya, kerena kita melihat orang lain bukan di jalur yang sama dengan kita, karena kita melihat orang lain lebih enjoy dengan kemaksiatan mereka, sementara kita harus menahan segala nafsu syahwat yang terus mengguncang, ingin melahap semua kenikmatan dunia, maka kunci agar kau tetap di jalan Allah swt yang berat ini adalah sabar, karena jalan itu akan membawamu ke surganya Allah swt. InsyaAllah.
Tapi di saat kita sakit di jalan kita sekarang, jatuh dan jatuh bahkan lari dari jalan yang telah ditentukan, kemudia kembali lagi, begitu seterusnya. Dan jika ini jalan yang telah Allah swt tetapkan, maka bersiaplah degan tujuan akhirnya yaitu surga.
Allah swt menjanjikan kesabaranmu dengan surga. Dia tidak menggantinya dengan rumah, mobil, atau harta apa saja yang bisa kau lihat di dunia, karena Allah swt tau, bersabar di dunia merupakan suatu yang berat. Kesabaran yang kita lakukan tidak akan bisa dibayar dengan seluruh dunia dan seisinya, tapi akan Allah swt ganti dengan surga-Nya yang nikmatnya jauh jauh lebih banyak dari dunia dan seisinya.
Di saat para pemuda lain berpacaran, dalam hati kita tentu ada rasa ingin juga menjalin kasih sayang. Namun, kita tahan dan sabar karena itu bukan jalan yang Allah swt sediakan, jika kita mampu, maka Allah swt sudah menyiapkan surgaNya, InsyaAllah. Di saat orang bisa having fun sesuka mereka, melupakan sholat, melupakan puasa, melupakan waktu untuk mengingat Allah swt, kita kadang merasa ingin juga untuk menikmati hidup ini sama seperti mereka, namun jika ini bukan jalannya Allah swt, maka sabar adalah satu-satunya tindakan yang harus kita ambil, agar tidak terjerumus ke dalam maksiat. jika kau mampu, InsyaAllah kita mendapatkan surgaNya.

“dan Dia memberi Balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,”
 (QS. Al-Insan: 76: 12)

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.”
 (QS. Al-Insan: 76: 24)


Share:

Kamis, 26 Juni 2014

SAATNYA KITA JADIKAN AL-QUR'AN DAN SUNNAH RASUL SEBAGAI JALAN HIDUP

Bagi pemuda-pemudi seperti kita. Ada banyak hal, baik itu berbentuk materi maupun berbentuk tingkah laku membanjiri pikiran kita sampai menuju tingkah laku kita. Ada beberapa musik yang beberapa dari pemuda-pemudi hafal, puluhan, ratusan, dari berbahasa Indonesia sampai kepada bahasa Asing. Ada beberapa film yang mereka hafal alur ceritanya, terkadang mereka bisa menceritakannya dari episode pertama sampai akhir. Bahkan mereka selalu update untuk episode selanjutnya. 

Dalam hal tingkah laku, mereka sudah tidak berpatokan lagi dengan islam atau syari’at, akan tetapi menyesuaikan degan tren zaman sekarang. Apa yang orang banyak pakai, itu yang mereka pakai, tidak peduli apakah menutup aurat atau tidak, sesuai syari’at atau tidak. Mereka anggap bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya itu biasa. Mereka anggap pacaran itu boleh-boleh saja. Mereka anggap kumpul antar lawan jenis membicarakan hal yang tidak penting itu silaturahmi dan sebagainya.

Islam kita lupakan, syari’at kita tinggalkan, jalan Rasul kita abaikan, tapi untuk tren dari budaya asing cepat kita kerjakan dan amalkan. orang yang seperti ini bukan bergerak dengan sendirinya, tapi ada yang ia contoh, ada lifestyle yang ia ikuti, ada fashion yang ia tiru, dan ada teman yang ia jadikan teman untuk share tentang barang-barang dan tingkah laku seperti itu.

Orang-orang yang seperti inilah yang Allah swt cantumkan dalam surah Al-Furqon ayat 27-29 bahwa mereka akan menyesal ketika di akhirat nanti, dengan apa yang ia lakukan.

Artinya : dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul" (27). kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku) (28). Sesungguhnya Dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (29). (QS. Al-Furqon: 27-29)

Al-Qur’an bukan sebutkan orang kafir yang bertindak seperti itu, tapi orang yang zalim, artinya umat islam sekalipun akan banyak yang melakukan hal tersebut, yang Al-Qur’an sudah ada di samping mereka, biasa mereka baca, tapi sayangnya tidak mereka jadikan patokan hidup. Sunnah Rasul bertebaran, bisa mereka ketahui tapi tak pernah mereka amalkan.

Rasul perintahkan mereka fokus pada Al-Qur’an, pelajari Al-Qur’an, amalkan Al-Qur’an tapi mereka menolak, mereka berfikir bahwa Al-Qur’an tidak bisa mejadikan mereka ngtren di tengah masyrakat, karena yang lagi ngtren bukan yang ada pada Al-Qur’an. Rasul perintahkan untuk ikuti jalannya, bukan jalan-jalan syaitan yang tertampilkan pada gaya hidup yahudi, nasrani & majusi. Tapi mereka menolak, dan beranggapan bahwa apa yang dibawa rasul sudah jadul dan tidak sesuai dengan tren pemuda-pemudi zaman sekarang.

Hal itu semua terjadi karena ada yang mereka jadikan contoh dalam hidup mereka selain Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Entah itu majalah, televisi, artis idola, teman sejawat, sehingga mereka pun ikut ke dalamnya. Maka pada hari yang telah dijanjikan itulah mereka akan menyesal dengan apa yang telah diperbuat.
Dalam sambungan ayat setelahnya Rasul sampai mengadu kepada Allah swt dengan sikap umatnya yang seperti ini.
 
Artinya : berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran ini diabaikan". (QS. Al-Furqon: 30)

Jangan sampai kita termasuk ke dalam orang yang menyesal seperti yang Allah swt tampilkan dalam Al-Qur’an ini. Cukuplah berbagai banyak penyesalan dalam hidup ini pelajaran, bahwasannya yang namanya penyesalan itu perih luar biasa. Kita kadang sampai mengatakan “lebih baik dulu aku begini, begitu” supaya tidak terjadi penyesalan seperti yang kita rasakan sekarang. Jangan sampai, jangan sampai, jangan sampai di hari akhir nanti kita menyesal lagi, karena tidak akan ada kesempatan yang Allah swt berikan lagi untuk kita memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. 


Maka selagi kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk memperbaiki diri, untuk menjadikan Al-Qur’an petunjuk dalam kehidupan kita, Sunnah Rasul juga petunjuk untuk melangkah di dunia ini, maka bersegeralah. Jangan minder, jangan malu, jangan bersedih dengan syari’at yang telah Allah swt tentukan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasul untuk kita, walaupun tampak jadul dan tidak tren dikalangan anak muda kebanyakan. Jangan bersedih, Karena di balik itu semua telah Allah swt janjikan surgaNya yang mereka orang kafir tidak tahu, tapi kita tahu dan meyakininya. Bersabarlah untuk dunia yang sementara untuk menuju kebahagiaan yang kekal di hari akhir sana.

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fushilat: 30)
   
Artinya : dan Dia memberi Balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (QS. Al-Insan: 12)




Share: